Main Page

Translate Website

Berapa biaya kuliah di universitas brawijaya??? lihat di laman info terbaru pendidikan....

Udah bulan maret !!! Cari tahu info sekolahan

Pasar Batu Akik Jalan Majapahit MalangMalang. Seiring perkembangan zaman, kota yang dikenal Malang Kota Bunga ini kini menjadi kota mall dan pertokoan buah banyak berdirinya mall dan pertokoan baru. Walhasil, pemerintah kota pun menciptakan slogan Malang sebagai kota wisata belanja. Memasuki area pasar modern, bukan lantas Kotane Arema ini kehilangan sentuhan tradisional. Ya, aneka macam pasar tradisional masih cukup menjamur dan memiliki pasar yang tidak kalah dengan keberadaan mall dan pertokoan megah. Salah satunya adalah Pasar Batu Akik dan Permata (cincin) Jalan Majapahit, yang terletak di bilangan Jalan Majapahit.
Jika anda suka batu Akik dan permata, keberadaan pasar ‘mini’ ini bisa menjadi jujukan yang sangat pas. Kurang lebih 35 pedagang biasanya berjajar berposisi di perko (emper toko) sebuah ruko besar yang kosong tepat di ujung selatan Jalan Majapahit. Mereka menawarkan aneka macam batu yang konon memiliki unsur mistik tersebut, itupun dengan harga yang sangat bervariasi.
”Kami menjual aneka jenis batu Akik dan permata, plus ikatnya atau cincin. Batu-batu ini semuanya langkah hingga membuat harganya juga bervariasi dari ribuan hingga bisa jutaan. Semuanya tergantung jenis dan kondisi batu serta bahan logam cincinnya, serta yang paling penting adalah motif yang dimunculkan dari batu itu sendiri,” terang Sugito, salah satu pedagang ini.
Mungkin, banyak orang yang tak mengenal dan mengerti jenis bebatuan berharga ini. Luar biasa, bebatuan indah itu tak hanya berasal dari lokal seperti Bandung dan sekitar Kalimantan, melainkan juga dari luar negeri. Misalnya, jenis Jamrud (Kolombia), Blue Safir (Birma dan Australia), Silent (Srilanka), Giok (Cina) dan Merah Roby (Benua Afrika). Satu buah batu lengkap ring bisa mencapai ratusan dan jutaan. Untuk ringnya, terbuat dari bahan emas, perak, stainless, uang logam, monel dan tembaga.
Misalnya, jenis Jamrud yang punya warna khas Hijau ini, mereka menawarkan kisaran Rp 600.000 hingga Rp 700.000. Sedangkan, Akik bermotif Tapak Jalak, Lafal Al-Quran dan orang salat bisa mencapai jutaan, hingga senilai dengan harga rumah. Begitu juga, batu jenis Bulu Macan yang berwarna hitam, jika batunya digoyang muncul motif mirip helaian bulu coklat macan. Jenis yang unik ini, disebut pedagang saat ini dipakai Presiden Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

”Untuk batu Akik dan permata ini tergolong barang berharga. Belum lagi, jika ikatnya ini terbuat dari bahan emas, tentunya harganya sangat mahal. Kami sendiri saja, dapatkannya juga dengan harga mahal. Apalagi batu asal luar negeri seperti Jamrud dari Kolombia. Indahkan batunya,” tambah Suyatno, pedagang lainnya. (sumber: MalangRaya.web.id)